Nasional Pemerintahan Trending Topic

Monday, 17 August 2020 - 11:02 WIB

10 months yang lalu

Patgulipat Dugaan Korupsi Pengelolaan Gaji Guru Honorer Murni di Disdik Tanggamus Terkuak

TANGGAMUS – Patgulipat Dugaan Korupsi pengelolaan anggaran belanja pegawai non PNS dalam tubuh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus kembali menyeruak.

Bukan hanya itu saja, dugaan kocok bekem hingga yang berindikasi tindak pidana korupsi. Karena, terkait gaji guru honorer murni yang dianggarkan oleh Disdik Kabupaten Tanggamus diduga kuat digelapkan.

Pasalnya, selain honorarium Non PNS dan staf. Realisasi tidak sesuai dengan nilai yang dianggarkan dari Dinas Pendidikan. Kini, gaji guru honorer murni terkuak, bahwa, Disdik Kabupaten setempat pun mengalokasikan anggaran untuk tenaga guru honorer murni.

Hal inipun tercatat dalam lembaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 realisasi Tahun 2019. Menjelaskan, pegawai guru honorer murni di anggarkan yang nilainya cukup fantastis (Tidak masuk akal).

Hasil Penelusuran Lampunginspiratif.com dalam penjelasan dari sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Tanggamus, gaji guru honorer murni dianggarkan berdasarkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilai upahnya tidak menentu.

“Gaji guru honorer murni dialokasikan dari dana BOS, itupun disesuaikan dengan lamanya pengabdian (Mengajar)”,kata Hari Purnomo saat dikonfirmasi Lampunginspiratif.com belum laman ini, Jumat (14/08).

Hal itu, menguatkan adanya indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di tubuh Disdik Kabupaten Tanggamus.

Tercatatan sumber anggaran untuk guru honorer murni yang tertuang dalam kode rekening 1.01. 1.01.01. 01.21. 5. x.x.xx.68 kurang lebih Rp 4 Miliar.

“Apabila dugaan tindak pidana korupsi ini benar terjadi, maka, oknum-oknum yang barmain dalam anggaran guru honorer murni ini bisa dijerat oleh undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi”,ujar Mustofa Ali, Penggiat Anti Korupsi dari Persatuan Masyarakat Anti Korupsi saat dikonfirmasi via sambung selulernya, Senin (17/08/2020).

Diberitakan sebelumnya, Realisasi dan penyaluran honorarium Non PNS pegawai honorer (Pegawai tidak tetap) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, patut dipertanyakan.

Diduga adanya Mark Up pembayaran yang dilakukan oleh Disdik setempat kepada 1.498 Guru dan 787 Staf yang tersebar disejumlah Sekolah Negeri (SD) di Kabupaten Tanggamus.

Jika diakumulasikan dalam satu tahun anggaran 2020, jumlah guru dan staf sekolah negeri se-Kabupaten Tanggamus berjumlah 27.420 orang.

Hal itu dijelaskan dalam penjabaran dan uraian belanja pegawai Non PNS yang tertuang dalam satu kode rekening dengan jumlah pagu anggaran sebesar Rp 18.237 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah Kabupaten setempat.

Menurut salahsatu Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Tanggamus atas nama Hari Purnomo, M.Pd menjelaskan, ditempatnya, ada Empat guru honorer terdiri dari Dua guru honorer tenaga kontrak sukarela (TKS) dan Dua guru honorer murni.

“Untuk 2 orang guru TKS langsung dari Disdik sesuai SK Bupati, kalau gak salah sebesar Rp 500 ribu, dan 2 guru honorer murni di upah dari dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) itupun disesuaikan dengan jumlah peserta didik”,kata Hari Purnomo, Jumat (14/08).

Ditempat terpisah, salahsatu Kepala Sekolah Dasar berinisial (R) memberikan penjelasan berbeda dengan Hari Purnomo, yang dikatakan R, di SD tempatnya, guru honorer yang di SK-kan Bupati sekitar Rp 600 ribu.

“Sedangkan untuk guru honorer murni di sekolahnya, untuk besaran upah cukup variatif disesuaikan dengan dana BOS tidak di SK-kan, artinya tergantung kemampuan sekolah, ada yang Rp 200 ribu dan tergantung lama atau tidaknya dia (guru) tersebut mengajar (mengabdi)”, ungkap (R) yang meminta namanya disingkat, Selasa (11/08).

Dari hasil investigasi reporter media ini, terkait honorarium guru dan staf sekolah negeri yang di anggarkan oleh Disdik Kabupaten Tanggamus.

Diduga kuat tidak ada kesesuaian jumlah nilai uang yang diterima oleh guru honorer di setiap sekolah yang telah di anggarkan Disdik Tanggamus. Pasalnya, reporter media ini mendapatkan keterangan dan penjelasan dari sejumlah Kepala Sekolah Dasar yang cukup berbeda.

Dimana dari Disdik Tanggamus di anggarkan sebesar Rp 630 ribu untuk satu orang honorarium guru sekolah dasar, jika diakumulasikan 1.498 orang guru dalam satu tahun sebesar Rp 11.3 Miliar.

Begitupun dengan 787 orang Staf sekolah negeri yang di anggarkan Disdik sebesar Rp 525 ribu, jika diakumulasikan dalam satu tahun anggaran sebesar Rp 4.9 Miliar.

Bukan hanya itu saja, Disdik Kabupaten Tanggamus juga menganggarkan untuk petugas lainnya seperti, Administrasi 110 orang sebesar Rp 1.5 Miliar, Guru SLBN Tanggamus sebesar Rp 42 juta, staf SLBN sebesar Rp 6 juta, dan penjaga SLBN sebesar Rp 3 juta. (Budi/Saefudin)

Artikel ini telah dibaca 464 kali

Baca Lainnya