Hukum dan Kriminal

Saturday, 7 September 2019 - 13:27 WIB

2 years yang lalu

Miris! Bantuan untuk orang miskin seperti beras dan telur di Kabupaten Pringsewu diduga di-mark up oleh CV Barokah dengan mengurangi kualitas.

Miris! Bantuan untuk orang miskin seperti beras dan telur di Kabupaten Pringsewu diduga di-mark up oleh CV Barokah dengan mengurangi kualitas.

Miris! Bantuan Untuk Orang Miskin, CV Barokah Diduga “Mark Up” Pengadaan Barang BPNT

LAMPUNGINSPIRATIF.COM (PRINGSEWU)–Pengadaan Barang Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) seperti beras dan telur di Kabupaten Pringsewu oleh CV Barokah diduga di-mark up dengan mengurangi kualitas beras.

Disinyalir, adanya main mata antara oknum pejabat dari dinas terkait dengan petugas Rumah Pangan Kita (RPK).

Kedudukan, CV Barokah yang mengemplang keuntungan 2.000 sampai 2.500/kilogram beras, 500 rupiah per satu butir telur, cukup signifikan keuntungan dalam setiap item pembelian barang untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten setempat.

“Petunjuk pelaksana (Juklak) dan Petunjuk teknis (Juknis) untuk memperkuat dari perum Bulog belum terbit,” ungkap Direktur Eksekutif Persatuan Masyarakat Anti Korupsi, Mustofa Ali, SH, saat dikonfirmasi via sambung seluler, Sabtu (7/9/2019).

Menurut Mustofa Ali, setidaknya pemerintah daerah bisa menerbitkan surat edaran yang intinya, bahwa pengadaan beras untuk program BPNT berasal dari beras Bulog sebagai penjelasan edaran dari kementerian sosial.

“Edaran Juklak dan Juknis dari Bulog pusat dan pemerintah daerah pun belum terbit, disini, terkesan BPNT di Kabupaten Pringsewu dipaksakan, terkait dugaan adanya oknum RPK dan TKSK semakin terang benderang,” ungkapnya lagi.

Soal adanya indikasi mark up harga beras dan telur, sangat jelas secara kasat mata. Pasalnya, item yang disalurkan bisa kita dapatkan di pasar maupun warung kelontong.

Kalau dibandingkan, sambung Mustofa Ali, merincikan dugaan yang masuk ke pihak ketiga cukup fantastis angkanya.

Ada selisih harga berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram untuk pembelian beras saja, kalau dikalkulasi sederhana dengan jumlah 20.767 PKM.

Uraiannya, 8 kilogram beras dikalikan 2.500 dikalikan 20.767 PKM keuntungan pihak ketiga sebesar Rp415.340.000.

Sedangkan untuk pengandaan telur perusahaan pengadaan memiliki selisih keuntungan sekitar 500 rupiah per butir.

500 dikalikan 7 butir telur dan dikalikan 20.767 KPM terjumlah Rp72 juta.

“Betul, setiap pengusaha pasti harus keuntungan, persoalannya ini bantuan bukan untuk orang kaya, yang harus digaris bawahi, ini bantuan orang miskin,” sesalnya.

Disinggung soal adanya dugaan korupsi, ia mengatakan, “dugaan tersebut ada, kami akan melaporkan pihak berwenang, yakni, di wilayah hukum Kabupaten Pringsewu maupun di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Terpisah, Edi RPK Perum Bulog Metro saat dikonfirmasi soal penunjukan CV Barokah sebagai supplier tunggal di Kabupaten Pringsewu.

“Sekarang masih sibuk mempersiapkan regulasi turun dari Bulog sebagai acuan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Bambang Suharmanu, mengklarifikasi dan membenarkan CV Barokah sebagai supplier pengandaan beras dan telur yang ditunjuk oleh Rumah Pangan Kita Bulog Metro.

“Yang menunjuk bukan dinas tapi RPK, untuk Dinsos tidak ada intervensi alias netral,” tutupnya. (DN)

Artikel ini telah dibaca 407 kali

Baca Lainnya