Nasional Pemerintahan Suara Rayat Trending Topic

Tuesday, 2 March 2021 - 16:30 WIB

3 months yang lalu

Masyarakat Geram, DPRD Ajak Hearing Penambangan Pasir PT PJA

PRINGSEWU – Masyarakat Geram dengan mobilisasi truck fuso tronton bermuatan pasir, kondisi tersebut, sejak adanya aktivitas penambangan pasir oleh PT Pringsewu Jaya Abadi (PJA) yang terletak Pekon Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara, yang mengakibatkan sejumlah badan jalan untuk akses masyarakat di Tiga Kecamatan di Kabupaten Pringsewu rusak parah.

Kerusakan tersebut, akibat ulah mobilisasi angkutan Fuso pengangkut pasir menuju stock fail pasir PT PJA di Pekon Sukoharjo 1 (Satu). Pasalnya, Diduga kuat isi muatan pasir yang diangkut truck fuso tronton overload (kelebihan beban) tidak sebanding dengan kondisi jalan, yang berakibat disepanjang jalan amblas dan berlubang.

Akibatnya sepanjang jalan, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Banyumas, Kecamatan Pagelaran Utara rusak yang akhirnya berujung menyulut kemarahan masyarakat.

Dengan adanya konflik antara PT PJA, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pringsewu menindaklanjuti masalah konflik jalan rusak yang terjadi di masyarakat Tiga kecamatan, yakni, Sukoharjo, Banyumas, Pagelaran Utara dengan PT Pringsewu Jaya Abadi (PJA), di Aula DPRD setempat, Selasa (02/03/2021).

Dari hasil haering dengan DPRD, ada 4 point yang harus di lakukan yaitu, Masyarakat meminta kepada pihak PT PJA agar memberikan kontribusi dalam memperbaiki jalan yang berlubang.

Selanjutnya, masyarakat berharap kepada PT PJA agar material seperti batu yang tidak hanya di diletakan di pinggir jalan.

Poin ke Dua, berkaitan dengan tonase mobil tronton tidak boleh beroperasi kembali.

KeTiga, terkait pencemaran lingkungan masyarakat meminta pihak PT PJA agar bisa memberikan solusi ketika musim dan kemarau tidak berdebu.

Kemudian, yang ke Empat, pencemaran air sungai supaya Dinas PU memberikan jalan Alternatifnya.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Pringsewu, Joni Sofuan, meminta Dinas Pekerjaan Umum menjadi leading sektor untuk mewakili kehadiran Pemda dalam mewujudkan kesepakatan empat point yang sudah di sebutkan masyarakat dengan pihak PT PJA.

“Kita kasi tenggang waktu maksimal Dua Bulan supaya kesepakatan itu terealesiasi dengan baik, jika lebih dari dua bulan tidak bisa di eksekusi oleh PT PJA dengan baik akan di bawa ke panitia khusus (Pansus) DPRD”, Tegas Joni Sofuan mengatakan.

Masih kata Joni Sofuan, pihaknya akan mempelajari permasalahan ini secara komprehensif. Artinya, dari semua aspek, baik mengenai isu lingkungan, maupun terkait isu yang hari ini masih mencuat. Yakni, isu terkait dampak rusaknya sejumlah infrastruktur jalan.

Yang lebih terpenting ialah, pihaknya masih mempelajari sejauh mana kontribusi PT PJA yang beroperasi di pagelaran Utara terhadap sektor pendapatan Daerah. Jika, kehadiran PT PJA hanya menguntungkan mereka sendiri dan inkam yang masuk lebih sedikit dengan sejumlah aset negara yang rusak, artinya Pansus DPRD itu yang akan dijalankan.

“Mengenai hal itu, tiga isu inilah yang menjadi fokus kita (DPRD), tentu akan konsen soal isu-isu maupun masukan masyarakat di Tiga Kecamatan tersebut”, ujar Joni Sofuan.

Harapannya, kata Joni Sofuan, jangan sampai permasalahan tambang pasir seperti pemadam kebakaran.

“Artinya ketika ada masyarakat demo dan menimbulkan masalah, PT PJA langsung di semprot sejumlah jalan di musim kemarau, jadi adem, Ketika kebakar seperti semprot lagi,”Ujarnya.

Sementara Direktur PT PJA, Busman mengklaim saat menyampaikan kepada awak media seusai haering dengan DPRD dan Dinas PU setempat. Bahwa, menurutnya jalan itu kan jalan umum, bukan hanya milik PT PJA saja. Bahkan, PT PJA selalu perbaikan jalan itu sudah sejak lama di lakukan.

“Alat kita masih bekerja, jika itu belum selesai akan di tambal sulam dan di lakukan pengetesan jalan”, kilahnya Busman

Menurut Busman, apa yang menjadi usulan masyarakat terkait kendaraan mobil truc Fuso, pihaknya tidak akan memasukkan kembali, karena, mobil besar itupun jarang masuk kejalan tersebut.

Kemudian, terkait persoalan debu, kata Busman, jangan melulu PT PJA yang disalahkan pencemaran lingkungan, di Kabupaten Pringsewu kan ada dinas lingkungan hidup, jadi tidak semua-semua dari PT PJA, lantas, untuk mobil yang lain (kendaraan umum) yang bukan milik PT PJA bagaimana perlakuannya.

“Kitakan (PJA) sudah membawa alat dan meterial untuk perbaikan jalan”, pungkasnya. (M Iqbal)

Artikel ini telah dibaca 185 kali

Baca Lainnya