Hukum dan Kriminal Pemerintahan

Tuesday, 5 November 2019 - 01:30 WIB

12 months yang lalu

Siswa SMPN 3 Pesawaran di Duga Mengalami Bullying Dari Temannya

LAMPUNGINSPIRATIF.COM (PESAWARAN) – Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Pesawaran, berinisial AG diduga sering mengalami Perundungan (Bullying) di sekolahnya.

Bahkan, menurut keterangan siswa Satu kelas dengan AG, AG kerap menjadi sasaran bullying yang mengarah kepada tindakan kekerasan dari beberapa teman di sekolahnya yang belum diketahui secara jelas siapa saja yang melakukannya.

Usai sepulang sekolah AG mengaku kepada orangtuanya dibeberapa bagian tubuhnya merasa sakit setelah menjadi korban perundungan di tempat ia mengenyam pendidikan. Lantaran, ia dipukuli teman di sekolahnya.

Kholifah orang tua dari AG menuturkan, Ibu mana yang tega melihat anaknya diperlakukan seperti itu, dirinya menyayangkan pihak SMPN 3 Pesawaran dengan insiden kekerasan yang menimpah anaknya.

Awal ia mengetahui kejadian tersebut, atas informasi kerabatnya di Tanjungrejo serta penjelasan temen satu sekelasnya, Kamis (31/10/2019) lalu.

“anak saya AG pulang sekolah dalam kondisi menangis, karena saya hawatir, saya tanya, kenapa nangis, dia hanya merasakan badannya terasa sakit, karena habis dipukulin sama teman-temannya di sekolah,”ucap Kholifah saat dikonfirmasi wartawan Lampunginspiratif.com. Senin, (04/11).

Karena ia hawatir, masih kata Kholifah menjelaskan, dirinya melihat keluhan yang dirasa sakit oleh AG.

Ia pun membuka baju dan memastikan putra kesayangannya tidak terluka, Namun, kedapatan secara kasat mata dibadan anaknya mengalami memar.

“Saya berinisiatif langsung melaporkan ke pihak sekolah setempat, ternyata niatnya pun tidak ada hasil yang baik. Karena pihak sekolah beralasan, Guru Bimbingan Konseling (BK) yang piket tidak ditempat, saya di berikan kesempatan untuk datang kembali pada hari senin”, ujarnya.

Lanjutnya, Sampai hari Senin tanggal 3 November 2019 kemarin, ia mendatangi kembali ke sekolah anaknya menimbah ilmu. Lagi-lagi belum mendapatkan keterangan dari Pihak SMPN 3 Pesawaran atas kejadian terhadap anaknya beberapa hari yang lalu.

“Sampai hari ini belum ada penjelasan dari pihak SMPN 3 Pesawaran, Guru BK tidak hadir, Kepala Sekolah juga tidak ada, bahkan wali murid pun tidak ada yang mau menemui saya”, terangnya.

Terpisah, Hudori Kepala SMPN 3 Pesawaran saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger mengatakan, bahwa pihak sekolah sudah menangani dugaan tersebut dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

“Kami akan memanggil para wali murid, berharap perosalan ini secepatnya dapat diselesaikan”, tutupnya. (Habibi)

Artikel ini telah dibaca 2082 kali

Baca Lainnya