Nasional Pemerintahan Trending Topic

Wednesday, 19 August 2020 - 17:30 WIB

9 months yang lalu

PPK Dinkes Proyek Gedung Instalasi Farmasi Memperbolehkan Kepada Pihak Pemborong Melakukan Adendum Volume Material, Ada Apa?

PRINGSEWU – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu membenarkan serta memberikan kalimat dukungan kepada pihak rekanan (Pemborong) pembangunan gedung instalasi farmasi terkait pemakaian besi yang berbeda sah melalui Adendum.

“Kalau pun nanti ada perubahan penggunaan material dari CV Dua Puluh Delapan harus disampaikan terlebih dahulu dan akan ada perubahan dikontrak kerja (Adendum)”kata Yohannes PPK Pembangunan gedung farmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger, Rabu (19/08).

Praktik dilokasi pembangunan gedung farmasi pihak penyedia CV Dua Puluh Delapan menggunakan besi kombinasi, diduga ring balk menggunakan besi 8 cm dan 10 cm, besi sloof menggunakan besi 8 cm, besi 10 cm, besi 12 cm.

Kondisi Pembangunan Gedung Instalasi Farmasi di Komplek RSUD Pringsewu.

Sangat mencengangkan dengan anggaran cukup fantastis, bangunan gedung farmasi diduga kuat tidak memiliki kolom utama. Padahal kolom tersebut sebagai fungsi utamanya untuk menyanggah utama yang yang berada diatasnya. Sehingga terindikasi kuat adanya  pengurangan volume yang dilakukan CV Dua Puluh Delapan nantinya, kehawatirkan akan mengurangi kwalitas pembangunan.

Namun berbeda yang dikatakan Yohannes, menurutnya Adendum di ijinkan. Hal itu apabila diperlukan untuk menyesuaikan kondisi lokasi pembangunan.

“Hanya bisa digunakan apabila diperlukan, semoga nanti tidak banyak Adendum”, ujar Yohannes seraya memberikan dukungan kepada pihak penyedia (CV Dua Puluh Delapan).

Masih kata Yohannes menjelaskan, tidak semua bisa dirubah dalam Adendum tersebut. Karena itupun sesuai dengan pengajuan pihak CV Dua Puluh Delapan.

Sampai hari ini, Rabu (19/08). Belum ada pengajuan perubahan CV Dua Puluh Delapan terkesan di istimewahkan, hingga PPK berharap adanya perubahan Adendum.

“Tidak ada yang di istimewahkan, kita masih memakai hasil e-lelang kemarin, dan masih menggunakan metode yang ada dikontrak”, kilahnya.

Penggunaan besi dalam sloof beton pembangunan gedung instalasi farmasi, proyek Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.

Dari sejak awal media ini melakukan proses e-lelang di LPBJP Kabupaten Pringsewu, dari sekian banyak pekerjaan yang ditenderkan. Diduga sudah memiliki pengantin (Penyedia barang dan jasa) Diduga kuat ada praktik kongkalikong antara oknum pokja pihak penyedia.

Terpisah, Iskandar pihak penyedia saat dihubungi fajar sumatera melalui via handphone mengatakan, dirinya sedang ada di luar kota (Bengkulu).

“Saya masih di luar kota, karena ada kerjaan yang sama di Bengkulu”, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Material yang digunakan pada pembangunan gedung farmasi diduga tidak sesuai spesifikasi.

Pembangunan gedung farmasi terletak di komplek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sumber anggarannya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu.

Diduga kuat rekanan (Pemborong) proyek pembangunan gedung farmasi menggunakan jenis besi berbeda. Padahal, pembangunan tersebut menelan anggran miliyaran rupiah.

Dari penelusuran Lampunginspiratif.com dilokasi pembangunan gedung farmasi milik Dinkes setempat tidak adanya pemasangan papan plang proyek, bahkan, diduga kuat tidak menggunakan besi cakar ayam.

Berindikasi proyek tersebut dikerjakan asal-asalan.

Ditempat pembangunan, pihak rekanan tidak ada dilokasi hanya ada sejumlah pekerja bangunan.

Yohannes Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Saat dikonfirmasi via handphone miliknya mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak rekanan untuk berkoordinasi terkait informasi yang diterima.

“Kebetulan saya (Yohannes) baru sembuh dari sakit, besok saya koordinasikan dengan pemborong”, ujar Yohannes kepada Lampunginspiratif.com, Selasa (18/08).

Terpisah, Imanda Amin ABRI selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu pun senada dengan Yohannes, bahwa pihaknya akan memanggil pihak rekanan. (Saefudin/Maskur)

Artikel ini telah dibaca 438 kali

Baca Lainnya