Desa Membangun Hukum dan Kriminal Nasional Pemerintahan Suara Rayat Trending Topic

Friday, 27 November 2020 - 14:42 WIB

8 months yang lalu

Penyertaan Modal Ratusan Juta Rupiah, BUMDes Linggar Jati Pekon Nusawungu Diduga Bangkrut

PRINGSEWU – Penyertaan modal Ratusan Juta Rupiah milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pekon Nusawungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, dipertanyakan terkait modal usaha mapun keberadaan sejumlah aset milik BUMDes Linggar Jati, diduga sejak Dua Tahun terakhir BUMDes Linggar Jati tidak produktif terkesan jalan ditempat. Bahkan, di ketahui tidak berjalan lagi alias Vakum.

Bukan tidak ada sebab, tidak beroperasinya BUMDes Linggar Jati tersebut, akan tetapi, direktur BUMDes enggan mengelola permodalan yang dimiliki BUMDes setempat, Dengan alasan menjalankan roda usaha miliknya sendiri dengan usaha serupa.

Yang berdampak pada kondisi keuangan BUMDes mengalami kebocoran, Bahkan, kondisi BUMDes Linggar Jati diduga bangkrut.

Saat ini tahun 2020, aset BUMDes yang terlihat hanya menyisakan Mobil CooL-T yang sudah tidak layak beroperasi dan Asbes atap.

Hal ini patut dicurigai, kemana rimbanya uang ratusan juta yang dikelola BUMDes sejak Tahun 2017?

Hal itu, dikatakan oleh Daryoto, Ketua Badan Hipun Pemekonan (BHP) Pekon setempat, Saat dikonfirmasi oleh media ini. Jumat, (27/11/2020).

Sebelumnya, wartawan media ini melakukan cek and ricek kepada masyarakat setempat dan untuk mengetahui kebenaran vakumnya BUMDes tersebut, apa yang menjadi sebab akibat tidak berjalan lagi.

Alhasil kebenarannya benar adanya, BUMDes dengan nama Linggar Jati berdiri sejak Tahun 2016 lalu, dan di temukan dalam kondisi tertutup.

Menurut informasi yang dihimpun dari informasi dari masyarakat dengan inisial Eko Suyadi, yang merupakan pemilik mobil CooL-T.

Menurutnya, Mobil CooL-T miliknya di beli oleh Joko Supriyono, selaku Kepala Pekon Nusawungu pada Tahun 2018 lalu, dengan harga senilai Rp 27 juta.

Joko Supriyono memobil darinya, kata Eko Suyadi menjelaskan, mobil tersebut untuk mobilisasi pengangkutan material yang di kelola BUMDes Linggar jati.

“Transaksi jual-beli waktu itu, Tahun 2018 langsung dengan Kepala Pekon Nusawungu”,ujar Eko Suyadi kepada wartawan Lampunginspiratif.com. Kamis, (26/11/2020).

Hal itu, dibenarkan oleh Saiful Imammudin yang menjabat Direktur BUMDes sejak Tahun 2017 hingga saat ini Tahu 2020.

Diakuinya terkait pembelian mobil CooL-T tersebut, dirinnya (Saiful) dengan Kepala Pekon Nusawungu. Diperkirakan harga mobil CooL-T sekitar Rp 25 juta dari Pak Eko Suyadi.

Namun, kata Saiful Imammudin menjelaskan, BUMDes Lingkar Jati saat ini dalam kondisi kebingungan.

“Katakan berjalan (Beroperasi) BUMDes-nya, Ya, buktinya gak berjalan. Terus, dikatakan gak berjalan tapi BUMDes-nya masih ada. Bingung!”,kata Saiful Imammudin saat di konfirmasi via handphone seluler miliknya. Jumat, (27/11).

Saat dikonfirmasi terkait sejumlah aset dan penyertaan modal BUMDes Linggar Jati, Saiful tidak bisa menjelaskan secara detail. Berapa kekayaan yang dimiliki BUMDes tersebut.

Lebih lanjut, Saiful Imammudin memberikan penjelasan kepada Media ini, Bahwa, penyertaan modal untuk BUMDes Linggar Jati yang di ketahuinya mencapai ratusan juta rupiah.

Sejak Tahun 2017 BUMDes Linggar Jati di berikan suntikan modal sebesar Rp 118 juta, kemudian di Tahun 2018 sebesar Rp 100 juta, Bahkan, di Tahun 2019 penyertaan modal BUMDes ditambah sebesar Rp 85 juta.

Pada Tahun 2017, sambung Saiful Imammudin memaparkan, BUMDes Linggar Jati dalam satu tahun anggaran, mendapatkan hasil sekitar Rp 22 juta, Namun, Penghasilan tersebut terhitung belum bersih (Bukan hasil akhir). Artinya, keuntungan BUMDes lebih dibawah Rp 22 juta.

Nah, untuk Tahun 2020 ini, kata Saiful Imammudin lanjutnya menerangkan, Kondisi BUMDes tidak berjalan. Sebab, dirinya (Saiful Imammudin) sudah membuka toko yang sama (Toko Material).

Terpisah, dari keterangan masyarakat setempat, Media ini mendapatkan penjelasan terkait tujuan didirikannya BUMDes Linggar jati.

Menurut Lasino mantan direktur (Ketua) BUMDes Linggar Jati, Salah satu tujuannya adalah berniat untuk mensejahterakan masyarakat dan mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) di Pekon Nusawungu.

BUMDes yang diberi nama Linggar Jati, berdiri sejak Tahun 2016 lalu, dengan penyertaan modal awal Rp 7 juta.

Pada tahun 2017 Pekon setempat, melakukan penambahan penyertaan modal sebesar Rp 15 juta. Dana tersebut, dipergunakan untuk usaha pembuatan batu bata.

Lanjutnya, di Tahun 2018 ada penambahan penyertaan modal sebesar Rp 118 juta bersumber dari Dana Desa, yang ditransfer melalui rek BANK BRI oleh pihak Pekon Nusawungu ke BUMDes Linggar Jati.

Karena sudah tidak lagi sejalan dengan program yang telah direncanakan sejak awal berdirinya BUMDes, dengan sejumlah kebijakan kepala pekon Joko Supriyono.

Kemudian, Kepengurusan lama termasuk dirinya (Lusiono) mengunduran diri sebagai pengurus BUMDes Linggar Jati.

Pengunduran kepengurusan itu, disertai dengan penyerahan penyertaan modal yang dikelola BUMDes sebesar Rp 118 juta.

Lebih lanjut Lasino membeberkan persoalan BUMDes Linggar Jati menjelaskan, uang tersebut berbentuk kess dan diserahkan kepada kepala pekon (Joko Supriyono) bertempat di Kantor Pekon yang saksikan Sekertaris Pekon Nusawungu (Budiono).

Kejadian penyerahan itu, pada Tanggal 24 Juli, Tahun 2017 lalu, dan disaksikan juga oleh BHP Pekon setempat.

Tapi, cukup disayangkan. Cinta cita BUMDes untuk mensejahterakan masyarakat itu sirna.

“BUMDes tidak berjalan dan sekarang toko materialnya tutup, dan mobil type CooL-T yang juga dibeli dari uang BUMDes untuk keperluan mengangkut material rusak parah, dan terkesan seperti barang rongsok”, ungkap Lasino kepada wartawan media ini, Kamis (26/11). (Maskur)

Artikel ini telah dibaca 660 kali

Baca Lainnya