Hukum dan Kriminal Nasional Pemerintahan Trending Topic

Wednesday, 23 September 2020 - 01:42 WIB

8 months yang lalu

Penambahan 34 Juta, Diduga Konspirasi Pokja dan CV Al Fatihah Terjadi Saat Negosiasi Harga Satuan

BANDAR LAMPUNG – Proses lelang proyek kontruksi rehabilitasi gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Pringsewu Tahun Anggaran (TA) 2020, diduga kuat sarat kongkalingkong.

Parahnya, indikasi kongkalingkong mengarah kepada konspirasi melibatkan pihak pihak terkait dalam dugaan penambahan anggaran rehabilitasi gedung kelas III RSUD Pringsewu sebesar Rp 34 juta pada tahapan negosiasi harga satuan.

Berdasarkan data yang dirilis tim investigasi dari Pegiat Anti Korupsi Persatuan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia menemukan dugaan konspirasi dalam proses lelang rehabilitasi gedung kelas III RSUD Pringsewu yang dikelola oleh Dinkes setempat.

Dugaan indikasi konspirasi itu terjadi dalam tahapan lelang yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) di ruangan Kabag Unit Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Kabupaten setempat.

Selain itu, adanya kejanggalan proses lelang yang dimenangkan oleh CV Al-Fatih adanya penambahan anggaran sebesar Rp 34 juta.

“Yang tahu saat negosiasi harga, hanya, pokja dan direktur perusahaan penyedia (Al Fatih)”,ungkap Mustofa Ali, kepada Lampunginspiratif.com. Selasa, (22/09).

Lebih lanjut Mustofa menjelaskan, semula CV Al Fatih mengikuti proses lelang masuk tiga penawaran terendah di urutan ke Dua dengan nilai penawaran sebesar Rp 815 juta. Namun, dalam pemenang berkontrak nilainya berubah menjadi Rp 849 juta.

Sebelumnya, pihaknya melakukan kroscek di sejumlah laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten/Kota di seluar Indonesia. Bertujuan, mencari perbandingan. Apakah pernah terjadi proses serupa. Al Hasil, tidak ada satupun ditemukan.

“Hampir rata-rata pokja yang sudah kami temui untuk di mintai pendapat menjelaskan, setiap negosiasi harga tidak pernah ada kenaikan melainkan harga yang ditawarkan oleh Dinas turun dari harga nilai pagu yang disajikan di laman LPSE”, bebernya.

Maka dengan demikian, masih Kata Mustofa Ali, Diduga kuat Pokja berpihak kepada perusahaan penyedia kontruksi rehabilitasi gedung kelas tiga RSUD Pringsewu.

“Indikasi menguatkan Pokja membantu untuk mengkoreksi item yang ditawarkan oleh CV Al Fatih dan akhirnya ada penambahan anggaran”,tungkasnya. (Muhammad Iqbal)

Artikel ini telah dibaca 222 kali

Baca Lainnya