Desa Membangun Nasional Pemerintahan Trending Topic

Thursday, 3 October 2019 - 16:25 WIB

3 weeks yang lalu

Oknum Perangkat dan Kepala Pekon Tanjung Dalam Diduga Mark Up Anggaran Pembangunan Program Dana Desa

LAMPUNGINSPIRATIF.COM (PRINGSEWU) – Diduga oknum Perangkat Pekon dan Kepala Pekon Tanjung Dalam kongkalikong dalam menyusun dan merealisasikan anggaran program Dana Desa (DD) terhedus di korupsi.

Proyek pembangunan bersumber dari Dana Desa (DD) imbasnya tidak tempat sasaran, ihwal pembangunan infrastruktur di Pekon tersebut.

Indikasi itu, soal pembangunan rabat beton dan selokan yang dibangun di termin pertama dan termin kedua tahun anggaran 2019, dikerjakan asal-asalan diduga kuat adanya permain anggaran pembangunan yang di Mark up.

Pasalnya, pembangunan selokan yang berbentuk talud, sepintas terlihat pemasangan batu belah cukup dangkal dan pemasangan batu belah diduga tidak dilakukan penggalian tanah.

Selain itu juga, buist beton (gorong-gorong) dan pengerjaan pengerasan jalan (rabat beton) terlihat dari hamparan aduakan yang sudah mengeras dibadan jalan, terlihat mulai rontok menjadi debu.

Menurut warga setempat, pekerjaan dana desa yang sudah berjalan tahun 2019 harus dikontrol, kalau memang adanya indikasi dalam pembangunan silahkan saja.

“ada temuan silahkan, saya independen aja tidak bisa mengatakan jelek ataupun bagus terhadap bangunannya, sebagai fungsi kontrol pembangunan dana desa sah sah saja”, ujar narasumber yang didampingi anak dan cucunya dan enggan menyebutkan namanya.

Ditempat sama, Sugiarti pun mengatakan kondisi bangunan selokan tidak bisa mengalirkan air sampai terbuang, yang kondisinya hanya mengakibatkan genangan air.

“memang seperti itu kondisi selokan air, kalaupun untuk tenaga kerja di ambil dari warga dilingkungan sekitar kantor Pekon”, ucap Sugiarti sambil bersender disamping mobil, yang tidak lama suruh bungkam oleh bapak tersebut, Rabu (02/10).

Hal senadapun diungkapkan Kasidi warga dusun Tanjungrejo RT 07 Pekon Tanjung Dalam, dirinya menyebutkan kondisi bangunan rabat beton sudah berudul (Rontok).

“Kondisinya Yo koyo ngene iki (ya kaya seperti ini), mudah rontok”, seloroh Kasidi dengan khas bahasa jawanya saat dikonfirmasi wartawan media ini.

Kemudian, wartawan media ini bertanya kepada Karsidi soal jalan yang belum lama rampung dikerjakan, terkait jalur (arah) jalan rabat beton tersebut, ia menjawab.

“Jalan itu buntu, hanya sampai kandang sampi mas, tidak sampai bawah (kali/sungai)”, ungkapnya.

Dari pantauan wartawan media ini, terpampang banner informasi anggaran pendapatan dan belanja Pekon Tanjung Dalam Tahun 2019 senilai Rp 1,605,317,00,-.

Dalam papan informasi dijelaskan secara terperinci kegunaan anggaran item peritem diantaranya.

Bidang penyelenggaraan pemerintah Pekon :

Penghasilan tetap dan tunjangan Kepala Pekon sebesar Rp 42 juta, Penghasilan tetap dan tunjangan Perangkat Pekon Rp 245 juta, Jaminan sosial Kepala Pekon dan Perangkat Rp 14 juta, Operasional Pemerintah Pekon Rp 63 juta.

Tunjangan BHP Rp 20 juta dan Operasional BHP Rp 3 juta pertahun.

Sarana dan prasarana Pemerintah Pekon Rp 15 juta.

Pemeliharaan gedung kantor Pekon Rp 7 juta.

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Pekon :

Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA sebesar Rp 12 juta, Dukungan sarana PAUD Rp 7 juta.

Bidang Kesehatan dianggarkan Rp 15 juta.

Selanjutnya, Bidang Pekerjaan Umum dan Tata ruang :

Pembangunan/Pengerasan jalan Rp 71 juta, Pembangunan prasarana jalan gorong-gorong, selokan dianggarkan sebesar Rp 730 juta.

Bidang Pemukiman Rp 16 juta.

Bidang perhubungan, Komunikasi Rp 44 juta.

Selain untuk pembangunan infrastruktur, dalam banner dicantumkan dengan item kegiatan.

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan :

Bidang pemuda dan olahraga Rp 15 juta, Bidang kelembagaan masyarakat Rp 27 juta.

Bidang Pemberdayaan Masyarakat :

Bidang pertanian Rp 66 juta, Bidang peternakan Rp 34 juta, Bidang peningkatan aparatur Pekon Rp 6 juta.

Bidang Pemberdayaan Perempuan :

Pelatihan dan penyuluhan perempuan Rp 23 juta, Pelatihan dan penyuluhan perlindungan anak Rp 8 juta.

Bidang Dukungan Penanaman Modal :

Pelatihan pengelolaan BUMDes Rp 13 juta.

Ada yang menjadi pertanyaan dari papan informasi tersebut, soal item penyertaan modal sebesar Rp 100 juta keperuntukannya.

Terpisah, Saat dikonfirmasi di kediamannya, Rahmawati Kepala Pekon Tanjung Dalam, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, tidak tahu soal rincian anggaran dana desa yang sudah direalisasikan.

“Nanti ya, tunggu kaur Kesejahteran Rakyat (Kesra) yang juga Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)”, ujarnya.

Tidak lama menunggu, Kaur Kesrapun datang mendampingi Kepala Pekon Rahmawati.

Menurut Doni Setiawan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam keterangannya mengatakan, bahwa terkait pelaksanaan kegiatan Dana Desa sudah dilaksanakan sesuai dengan teknis yang ada.

“Sudah kami laksanakan sesuai perencanaan, mengenai banner informasi sudah kami pasang, namun, kami lepas untuk disimpan, sedangkan prasasti kegiatan akan direalisasikan pada anggaran perubahan”, kilah Doni.

Namun saat disinggung mengenai anggaran pembagunan pada tahap 1 dan pembangunan tahap dua program dana desa, Kepala Pekonekon Tanjung Dalampun tidak dapat menjelaskan secara rinci dengan alasan tidak melihat cacatan. (TIM)

Artikel ini telah dibaca 287 kali

Baca Lainnya