Hukum dan Kriminal Nasional Trending Topic

Thursday, 17 September 2020 - 16:54 WIB

1 month yang lalu

Melalui Pesan Singkat, Bisnis Haram SW Terendus Polisi

PRINGSEWU – Bisnis haram SW (22) berhasil terendus Polisi, seorang wanita muda ini berofesi sebagai mucikari prostitusi online, melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku mucikari dengan sejumlah barang bukti, berupa satu unit Handphone (HP) dan uang sebesar Rp 500 ribu, diduga uang tersebut hasil transaksi bisnis esek-esek yang ia kelola.

Pres Release yang di terima Lampunginspiratif.com, Bawah, SW di tangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pringsewu pada Hari Rabu, 16 September, 2020 lalu. SW diamankan di tempat kost-kostan di Wilayah Kelurahan Pringsewu Barat.

Menurut, Kasat Reskrim AKP Sahril Paison, SH. MH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK mengatakan, penangkapan SW bermula adanya informasi masyarakat tentang maraknya bisnis prostitusi online di Wilayah Hukum Polres Pringsewu.

Atas adanya laporan tersebut, Tim Tekab 308 segera melakukan penyelidikan.

Hasilnya, Sekira pukul 23.30 WIB di sebuah kostan, tim tekab 308 berhasil mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan”, ujar AKP Sahril Paishon. Kamis, (17/09).

Cara kerja SW dalam melakukan bisnis haramnya, hanya dengan menggunakan HP melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp messenger untuk menjajakan sejumlah wanita untuk melayani lelaki hidung belang.

Masih kata Sahril Paison menjelaskan, untuk melakukan hubungan intim dengan wanita yang disediakan. SW memasang tarif Rp 500 ribu untuk sekali kencan.

Dalam setiap transaksi, SW mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100 ribu.

“SW membandrol dengan tarif Rp 500 ribu, dengan kesepakatan Rp 400 ribu diberikan kepada wanita yang ia jajakan, dan Rp 100 ribu jasa mucikari”, ungkapnya.

Dari hasil proses pemeriksaan dihadapan petugas kepolisian, dia mengaku sudah menjalankan profesi mucikari itu sekitar sebulan ini.

“pengakuanya, baru sebulan ini melakukan bisnis terlarang”,ungkap Kasat Reskrim Polres Pringsewu.

Atas perbuatannya, SW dijerat dengan pasal 296 joncto 506 KUHPidana, dengan ancaman kurungan paling lama satu tahun empat bulan.

“Sekarang masih kita lalukan pemeriksaan intensif di Mapolres Pringsewu,”tukasnya. (DN/Maskur)

Artikel ini telah dibaca 346 kali

Baca Lainnya