Desa Membangun Pemerintahan

Monday, 10 February 2020 - 16:26 WIB

7 months yang lalu

Mantan Kades Sidodadi Akui, Uang Pembangunan Tahap Satu dan Dua Untuk Keperluan Pilkades

LAMPUNGINSPIRATIF.COM, PESAWARAN – Rismawan mantan Kepala Desa (Kades) Sidodadi, diduga terindikasi penyalahgunaan Dana Desa (DD) mencapai ratusan juta rupiah, indikasi itu berjalan di termin I (Pertama) dan termin Ke- II (Dua) Tahun Anggaran 2019 lalu.

Hal itu, terendus dari pengelolaan dana desa dibeberapa item pekerjaan yang terlihat mangkrak.

Selain mangkrak, Rismawan mantan Kepala Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran tersebut, di duga meninggalkan pekerjaan fiktif dan tidak sesuai dalam Rincian/Rencana Anggaran Belanja (RAB) Desa.

Dari dugaan korupsi dan indikasi pekerjaan fiktif itulah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Merah Putih (LMP), Wilayah Kecamatan Way Lima, Kabupaten Setempat.

Ketua LMP Wilayah Kecamatan Way Lima Hermawan menuturkan dalam keterangannya Kepada media ini, menurutnya setelah menelusuri satu persatu item pekerjaan di Desa Sidodadi diduga kuat ada item pekerjaan pembangunan yang fiktif.

Tentunya temuan tersebut, Sambung Hermawan, berdasarkan hasil investigasi kami di Lima titik pengerjaan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa.

“Ada 5 (Lima) item kegiatan desa yang diduga sudah tidak berjalan, ialah, Program galian drainase, Program pengadaan kabel dan lampu penerangan jalan, Program pembangunan jembatan, Program pembangunan gapura yang masih mangkrak dan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terindikasi adanya pengurangan volume”, ungkap Hermawan, Senin (10/02/20).

Lanjutnya, Hermawan menjelaskan hasil investigasi Tim-nya, untuk memastikan kebenaran pengerjaan pembangunan dari mantan Kepala Desa Sidodadi, Pihaknya melakukan pengukuran TPT.

Hasilnya cukup mengejutkan, ditemukan pengerjaan pembangunan tidak sesuai dengan perencanaan, diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) Desa.

“Dari hasil pengukuran kami dilapangan, ditemukan ukuran TPT panjang pembangunan hanya sekitar 1410 meter, sementara total yang tersusun RAB Desa dengan jumlah panjang bangunan TPT 1800 meter dengan total anggaran Rp 640 juta”, terangnya.

Tidak berhenti disitu saja Kata Hermawan, Tim LMP pun menemukan galian drainase sepanjang 1500 meter dengan anggaran Rp 26 juta tersebut, diduga kuat tidak dikerjakan alias difiktif.

“Dari pengakuan warga galian tanah, yang kini hampir sama dengan permukaan, tidak lain adalah hasil dari gotong royong warga setempat”, ujar Hermawan.

Masih kata Hermawan, menurutnya dari penelusuran dan keterangan dari warga, kabel untuk penerangan lampu jalan lampu diduga tidak direalisasikan.

“Satu perangkat penerangan lampu jalan (Kabel, tiang, asesoris dan boklam) yang bakal diberikan kepada masyarakat, Rincian dalam RAB berjumlah 300 tiang lampu senilai Rp 105 juta, kabel 1 Roll/50 meter senilai Rp 22 juta, dan 300 lampu SL 18 watt senilai Rp 14 juta, faktanya, warga tidak mendapatkan kabel dan lampunya”, beber Hermawan.

Hermawan menambahkan, selain empat item itu, tim LMP juga menemukan pembangunan Jembatan yang sampai saat ini belum dikerjakan.

“jembatan ini menjadi salah satu bagian dari 5 item dugaan fiktif pembangunan program dana desa di Desa Sidodadi”imbuhnya.

“Setelah kami mengkroscek di lokasi, yang menjadi acuan RAB Desa tahun 2019 lalu, bahwa, ada item pembangunan jembatan yang anggarannya senilai Rp 56 juta, akan tetapi fakta dilapangan jembatan ini belum dibangun”, pungkasnya.

Menurut salah satu warga Desa Sidodadi, Sumarno saat di konfirmasi menjelaskan, galian drainase tersebut merupakan swadaya masyarakat.

“Itu bukan bikin siring, tapi itu pembersihan yang dilakukan secara gotong royong, tanah hasil galian itu di pakai buat nimbun jalan”, Kata Sumarno menjelaskan kepada Media ini.

Hal senadapun, diungkapkan oleh Supri warga sidodadi, dirinya mempertegas soal galian siring tersebut, adalah hasil dari gotong royong masyarakat.

“Karena, saya juga terlibat langsung dalam bersih-bersih di siring itu bersama masyarakat lainnya”,ucap Supri.

Ditempat yang sama, Lestari warga Desa Sidodadi menuturkan, ia hanya mendapatkan tiang lampu penerangan jalan.

“Hanya tiang lampu, untuk kabel dan lampunya kami beli sendiri mas, dan kami pasang sendiri, hampir semua rumah hanya kebagian tiangnya saja”,kata Lestari.

Supaya berita ini berimbang, Media inipun melakukan Konfirmasi dan Klasifikasi mantan Kepala Desa Sidodadi Rismawan, untuk semua pengerjaan infrastruktur di akuinya, sudah dikerjakan dengan benar dan sesuai aturan.

“Untuk TPT ukurannya sekitar 1500 meter, sudah di ukur dengan benar, dan sudah dikroscek dengan pihak terkait, kalau untuk titik lokasi TPT bisa tanyakan saja sama TPKD, karena bukan saya sendiri yang mengerjakannya”, kilahnya.

Saat disinggung soal lampu Penerangan Jalan, Rismawan mengaku hanya mendapatkan tiangnya saja.

“Untuk tiangnya saja harganya Rp 250 ribu per tiang, itu belum sama lampu dan kabelnya”, tepisnya.

Masih pengakuan Rismawan mengatakan, bahwa jembatan tersebut sudah masuk dalam perencanaan, dan dialihkan sementara untuk dana talangan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2019 lalu.

“Di termin kedua, waktu saya masih menjadi Kepala Desa Sidodadi, membangun gorong-gorong yang seharusnya dibangun di termin ke 3, karena tidak ada dana talangan untuk Pilkades, dana talangan Pilkades ini cair pada termin ke 3, maka saya pakai dulu untuk keperluan pilkades, kalau soal galian drainase juga sudah kami kerjakan dengan menerapkan Padat Karya Tunaiā€, kilahnya. (Habibi)

Artikel ini telah dibaca 2401 kali

Baca Lainnya