Pemerintahan

Monday, 23 September 2019 - 05:13 WIB

2 months yang lalu

Kadinsos Lampura Beri Bantuan Kepada Warga Pemakan Kucing

LAMPUNGINSPIRATIF.COM (LAMPUNG UTARA) – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara didampingi Kadis Kesehatan, Lurah setempat, RT, Tokoh masyarakat dan Petugas TKSK Kabupaten Lampura meninjau secara langsung kerumah Wagimin alias emen Suyatno alias Yatno, Kakak beradik yang sempat viral karena mengkonsumsi bangkai kucing.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara, M.Erwinsyah, S.STP.MSi, memberikan Klarifikasi terkait kedua kakak beradik tersebut, karena pada tahun 2018, keduanya Wagimin dan Suyatno memang pernah dirawat di RSJ Aulia Rahman Kemiling Bandar Lampung selama 3 bulan.

Sehigga tujuan kita klarifikasi ini bukan untuk mengkarter sebuah berita akan tetapi menetralisir dan meluruskan, kenapa kakak beradik ini makan bangkai kucing?, karena ada gangguan jiwa, dan Pemerintah Daerah setempat telah berbuat dan hadir dalam memberikan bantuan juga kepada mereka,” ujar Kadis Sosial minggu (22/9/2019).

Hal yang sama, disampaikan oleh Lurah Kelapa Tujuh Hi.Suahmad didampingi oleh Ketua RT 02, Suyatno, membenarkan kedua warganya Wagimin dan Suyatno memang mengalami gangguan jiwa dan pernah menjalani perawatan di RSJ, sembari menjelaskan kedua Kakak beradik ini selalu dalam pengawasan pihak Kelurahan setempat, dan setiap harinya warga selalu mengirimkan makanan untuk mereka,” ujar Suahmad.

Karena tahun 2018, kakak beradik ini pernah dijemput oleh Dinas Sosial bersama pihak Puskesmas untuk di kirim ke Rumah Sakit Jiwa di Bandar Lampung dan saya juga ikut mengantarkan mereka naik mobil dari Dinas Sosial,” ungkap Suahmad. minggu (22/9/2019).

Pengiriman dua kakak beradik ini, sambung Suahmad bukan lantaran mereka miskin namun karena ada gangguan kejiwaan sehingga ia sebagai Lurah berkewajiban untuk mengobati kedua warganya ke Rumah Sakit khusus yang menangani pasien gangguan kejiwaan.

“Memang, si Emen dan Yatno dirawat cuma tiga bulan saja setelah itu dikembalikan, akan tetapi kalau diajak ngobrol kakak beradik itu seperti orang normal, namun jika lagi kumat rumahnya saja waktu bulan puasa kemarin dibakar sama mereka, kalau dikasih beras sama saya atau tetangga terus dibuang, dimasukin ke sumur, bersama perabotan dapur. Lho wong sepeda aja pernah dimasukin sumur juga mas,”ungkapnya Suahmad.

Perilaku tak lazim Emen dan Yatno bukan hanya memakan bangkai kucing namun bangkai ayam juga dimakan dengan mereka, hal ini akui oleh Suyatno selaku Ketua RT 02 LK 0I.

“Mereka itu bukan memotong kuncing hidup, namun kucing mati yang ditabrak mobil, kalau makan bangkai kucing baru kali ini, tapi sebelumnya kakak beradik itu juga makan bangkai ayam yang ditemuinya di sekitar rumah,” jelasnya Ketua RT 02, Suyatno. (Rijal)

Artikel ini telah dibaca 286 kali

Baca Lainnya