Artikel Nasional

Tuesday, 21 January 2020 - 17:54 WIB

9 months yang lalu

Inspirasi Kang Hatta Dalam Membangun Paradigma Pemuda Banten ‘Pandeglang Art Creative’

Inspirasi ada di mana pun Anda dan Kita berada, kata sekelumit pembuka Inspirasi Terobosan Kepedulian Kunitas Kabupaten yang diberi nama “PANDEGLANG ART CREATIVE”.

PANDEGLANG – Alam sudah dan selalu mampuh menampung semua inspirasi kuno, modern, klasik semua mahluk-makhlukNya yang mempunyai naluri untuk survive, sehat secara komprehensif dan bugar secara holistik, serta berkesejahteraan dalam damai, Adil Makmur dan Sentosa.

Tentunya, Kesempatan dan peluang yang nyata, serta semangat dan kekuatan dalam setiap momentumnya yakni, dengan cara meyakininya dalam segenap dimensi ruang dan waktu sejarah, peristiwa, kejadian dan kisah.

Seperti halnya yang sedang dialami, ditekuni, di niati dan diperjuangkan secara konsisten (Terus Menerus) dan Prasisten (Tahan Banting) melakukan penggalangan secara bersama sama di seluruh terobosan kepedulian Komunitas Pemuda Pemudi se-Provinsi Banten.

Beragam wadah tak menjadi pembeda bagi pemuda pemudi di Provinsi Banten, Karena, memiliki satu tujuan dan satu perspektif yang dihimpun dalam ‘Pandeglang Art Creative’.

Karena, Perwujudan nya pun yang aktual, tajam, original tindakan dan original kepemimpinan serta original managerial yang terus menerus di bentuk, diwujudkan dan di hadirkan dalam hadiran hadiratNya yang selalu ada dalam Semesta Energi Informasi Holografis INSPIRASI tersebut apa adanya.

Perjalanan lokasi penetapan tanaman tumbuhan jamu herba toga, dalam rangka Identitas Geografis (IG) di Kawasan Wilayah Bioregion Tangerang Kota dan Tangerang Selatan serta Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Banten.

Guntur Bisowarno Ketua Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia dan Bamboo Spirit Indonesia, tentunya ini sudah terencana, karena sebelumnya sudah terkomunikasikan dengan Kang Hatta Suhata soal bidang riset teknologi dan siansnya terkait IG disela acara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Ke-VI se-Provinsi Banten, bertempat di Serang, diselenggarakan di Bulan Oktober 2019 lalu.

Kali ini, dalam rangka Pemantapan Identitas Geografis Tanaman Jamu Herba Toga di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan serta Kabupaten di Provinsi Banten.

Kita bertemu kembali, Masih kata Guntur Bisowarno bertujuan untuk berkolaborasi dan bersinergitas kembali, dalam Jaringan Kerja Komunitas Petani Muda Indonesia se-Banten.

Yang dihadiri Kang Ade Gunawan dari Komunitas Kopi Nusantara, Kopi dan Madu Badui, serta Suprijanto Rumah Toga Lestari Beserta Jajaran ASPETRI Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia Pengde Banten, Minggu, (19/01/2020).

Salah satu unjuk kinerja dan kerja sebagai pembelalajaran semua pihak, dengan melibatkan lintas sektoral untuk melakukan penghikmahan secara merdeka.

Yang kemudian, menjadi mandiri, mampuh terbuka untuk saling mensupport dalam pembelajaran. Seperti, belajar dan bekerja pada system, salah satunya adalah system ilmu pengetahuan.

Monitoring Evaluasi dari Kegiatan Bazar Kreasi Kreatif di Pandeglang Art Creative.

“Tempat kegiatan ada Pasar Rakyat Cibaliung, kegiatan ini di laksanakan dalam rangka Penggalangan Dana untuk korban yang terkena musibah bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten.

Rencananya, hasil dari penjualan produk (bukan keuntungan) itu 50 persenya akan di alokasikan untuk disumbangkan (Donasi) para korban di Lebak, Banten.

“jadi dalam kegiatan ini selain open donasi, Kita juga menjual aneka produk hasil kreativitas yang tergabung dalam komunitas untuk bencana banjir bandang Lebak, Banten”, begitu seloroh Kang Hatta Suhata memulai dialog multi pihak dan pembelajaran lintas sektoral.

Sebab, menurut Kang Hatta Suhata mengatakan, komoditas kelapa, batok kelapa, bambu dan batik itu sesungguhnya adalah komoditas padat karya, multi pihak dan lintas sektoral.

Misalkan, komoditas bambu saja ada 10.000 macam lini produk yang tersebar di seluruh negara di bumi.

Dari semuanya itu, produk komoditas yang di jual di antaranya, aneka Kreasi Batok Keroncong.

Komoditas lainnya, Batik, Kaos, Kanderon, Madu, Gula Merah.

“Kemudian, ada Nampan Kayu bentuk Daun yang Khas, Minyak VCO, Gula Cair, Kerajinan Kreasi Bambu”, Kata Kang Hatta Suhata menyampaikan paparan Hasil Hasil Kinerja dan Kreativitas Terobosan Komunitas Kabupaten, ‘Pandeglang Creative Art-nya’.

Masih kata Kang Hatta Suhata mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu gelaran acara di antaranya Kepala Desa Sukajadi, Koperasi BMT AN-Nur Cibaliung, Pengelola Pasar Rakyat Cibaliung, Muspika Kecamatan Cibaliung.

“tentunya, seluruh Laskar Batok yang sudah berjuang siang dan malam dalam Kegiatan Penggalangan Dana”, ungkapnya.

Inilah bentuk dan wujud rekognisi dari Kang Hatta Suhata selaku penggagas dan pengembang Kapasitas Building Terobosan Komunitas Kabupaten Padeglang, Banten.

“Kita secara sederhana memberikan langkah konkrit dan aktual, serta asli original bertindak dalam setiap bekerja. Karena, kita membuka dan merubah mindset dan Sikap Kepedulian Para Pemuda Pandeglang Selatan”, ungkapnya.

Kedepannya, para seniman dan budayawan, bisa berbuat lebih, bukan hanya bisa action di panggung atau suatu pagelaran.

Karena, Belajar Bekerja dan Mencintai serta Meninggalkan Warisan buat Keluarga, Diri, Masyakat.

“Bukan hanya itu, Dunia dan seisinya serta Generasi yang akan datang, tentunya Generasi Milenial sekarang ini yang memiliki berbasis Ilmu Pengetahuan”, itulah Kesepakatan Sinergitas Original Tindakan dan Pembelajaran antara Kang Ade Gunawan, Kang Hatta Suhata dan Guntur Bisowarno, Senin (19/01/2020).

Dalam kesempatan bicang santai yang digagas oleh Kang Hatta dan kawan-kawan (Dkk), bertujuan untuk memotivasi Para Pemuda Pandeglang mampu berkreativitas.

Tujuannya cukup sederhana, hanya ingin mengajak para pemuda khususnya anggota PANDEGLANG ART CREATIVE untuk lebih peka, lebih peduli dan siap bergerak terhadap kondisi sosial yang ada.

Peka dan peduli yang dimaksud, ialah perubahan alam dan jaman yang sedang terjadi, serta mampu melihat akan potensi sumberdaya alam di sekitarnya yang bisa dijadikan seni dan dibudayakan.

Kemudian, selain itu, belajar arif dan bijak dalam mengelola sumberdaya alam yang terabaikan dan potensi sumber daya manusia yang tersembunyi,”Tegas Kang Hatta Suhata menyampaikan Terobosan Kepedulian Komunitas Kabupaten Pandeglang Banten.

Dan mencoba untuk membuka kesadaran sosial, kemudian pemuda yang memiliki jiwa kepedulian sosial budaya.

Yang akan diimplementasikan melalui kajian sosial dan kebudayaan yang ada ditengah-tengah masyarakat Banten.

Dalam pertemuan rutin tersebut, pemuda yang berbeda di komunitasnya, akan mengimplementasikan hasil kajian tersebut.

Langkah selanjutnya, dengan praktik nyata diantaranya, hadir sebagai relawan pada saat bencana tsunami Selat Sunda, bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak, dan kegiatan serupa lainnya”bebernya.

Harapannya, kumpul rutin sebulan sekali harus terprogram dan menjadi titik simpul di setiap Hari Minggu, diakhir bulan.

Karena hal itu, yang mampu menjaga spirit dan ketabahan serta ketegehuhan anggota komunitas.

Keprihatinan yang akan melatih keimanan yang ada dalam diri kita bersama.

Sudah banyak, pemangku kepentingan di Banten memanfaatkan komunitasnya, tapi tidak ada satupun dari dinas mengambil peranan untuk menempatkan pelaku Seni yang tergabung dalam komunitasnya.

Pihaknya mengklaim, selalu mendapatkan undangan (Kesempatan) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun cukup miris, sampai hari ini komunitas creative hanya di jadikan pemanis dalam event.

“Secara tegas, belum ada satupun dari pihak pemerintah setempat memberikan pembinaan secara berkelanjutan”, Imbuhnya.

Kita harus bangga dengan Keunggulan dan Kesadaran yang dimiliki berjalan natural, karena, jawaban kegelisahan dan kepedulian akan kondisi sosial untuk mencoba membuat suatu Perubahan yang di awali dari pribadi anggota yang tergabung dalam komunitas masing-masing”, ungkapnya.

“Sejauh ini, alhamdulillah anggota komunitas Kita tersebar hampir di seluruh daerah di Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten.” Kembali berbinar binar sorot mata dan nada yang memiliki intonasi swara kalem namun pasti.

Kemitraan Strategis dari Para Dinas yang pernah menggunakan jasa untuk pameran di antaranya, Dinas Koperasi UMKM, Dinas Pemuda Dan Olah Raga DISPORA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kontak Tani Nelayanan Andalan (KTNA), Dinas Pariwisana dan Staf Ahli Gubernur Banten, dalam acara Regenerasi Petani Muda Banten bersama Gubernur Banten Wahidin Halim 2019 lalu.

Lanjutnya, itu semua bisa kita jadikan pondasi, atau gawang dan portal Terobosan Kepedulian Komunitas Kabupaten Pandeglang Creative Art berliterasi dan bernumerasi menyongsong pertemuan semua peradaban di era milenial, Gerbang Sari Kabupaten Pangdeglang.

Penulis : Hatta Suhata dan Guntur Bisowarno.

Artikel ini telah dibaca 361 kali

Baca Lainnya