Desa Membangun Nasional

Wednesday, 18 September 2019 - 18:15 WIB

10 months yang lalu

Harga Sewa Kios BUMDes Pekon Gumukmas di Pertanyakan

PRINGSEWU – Harga sewa kios mungil milik BUMDes Pekon Gumukmas, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu patut dipertanyakan.

Ihwal, harga sewa kios nilainya cukup fantastis, kios ukuran kecil seperti itu, untuk harga sewan mencapai Rp 5 juta pertahun.

Hal itu, dikatakan Antonius Munjirin ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tanjung Seto pekon setempat menjelaskan, dirinya menjabat ketua badan usaha milik desa sejak bulan April 2019 lalu, dengan penyertaan modal Rp 10 juta ditambah bantuan dari warga Gumukmas sebesar Rp 15 juta.

“Jadi untuk penyertaan modal awal BUMDes Tanjung Seto dengan saldo Rp 25 juta, terdiri dari jual aset 10 ekor kambing dan sisanya dari warga”,ujar Antonius Munjirin, Rabu (18/09).

Dengan adanya modal awal tersebut, pihaknya berinisiatif sewa kios sebagai tempat untuk berjualan beras dan pakan ikan.

Masih, Antonius Munjirin, dirinya hanya menerima amanat sebagai ketua BUMDes.

Ia pun, hanya melanjutkan estafet ketua yang lama, karena, pengurus BUMDes sebelumnya diberhentikan oleh Kepala Pekon (Kakon) Gumukmas.

“Rp 5 juta untuk sewa kios sisa modal tinggal usaha Rp 20 juta, waktu itu, karena tidak ada pengurus saya ditunjuk sebagai ketua BUMDes, adapun keuntungan BUMDes sebesar Rp 600 ribu/bulan. habis untuk bayar gaji karyawan aja”, ungkapnya.

Dugaan lainnya, beras yang dijual di unit usaha terindikasi import dari luar Pekon Gumukmas, dan pakan ikan bukan hasil pengelolaan pakan yang dibuat BUMDes Tanjung Seto merupakan beli dari toko lain hanya mengabil selisih untung cukup tipis.

Subtansi BUMDes sejatinya adalah melihat dan mengembangkan potensi lokal yang ada di Pekon Gumukmas sebagai prodak unggul desa.

Ditanyakan soal modal dan potensi usahapun Antonius Munjirin tidak bisa menjelaskan, hanya ia memilih.

“Modal dulu baru unit usaha”ucap Antonius Munjirin.

Saat ditanya apa yang menjadi harapan kedepan, Antonius berharap, angan-angan yang ia miliki untuk membangun BUMDes cukup banyak, namun, kurangnya support penyertaan modal yang membuat lesu dua unit usaha Tanjung seto.

“Dua Unit usaha yang ada aja, modalnya susah untuk berputar, ya hanya itu-itu saja modal yang diputarkan, tapi, apabila sampai Desember 2019 tidak ada penambahan modal usaha, saya akan mundur dari pengurus BUMDes”, pungkasnya

Lagi-lagi kepala pekon sulit dihubungi, saat media ini mengkonfirmasi untuk meminta penjelasan melalui via telepon seluler miliknya, meski aktif, Kepala Pekon enggan mengat telpon.

Wartawan Lampunginspiratif.com akhirnya mengkonfirmasi melalui via pesan singkat WhatsApp messenger pun tidak direspon dan enggan membalasnya. (HABIBI)

Artikel ini telah dibaca 1098 kali

Baca Lainnya