Hukum dan Kriminal Trending Topic

Wednesday, 23 October 2019 - 18:50 WIB

11 months yang lalu

Durhaka! Menggunakan Sabit, Dwi Tega Bunuh Orang Tua Kandung

PRINGSEWU – Seorang ayah kandung di Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung tewas dibunuh oleh anaknya sendiri.

Korban Ahmad Kasiam (72) mergang nyawa usai kena sabetan sebilah parang berupa Sabit (Arit) Pada Hari Rabu, 23 Oktober Tahun 2019.

Sabetan sabit yang dilakukan oleh Dwi (31) anak kandung korban, yang mengenai luka mengangah dibawah ketiak dan tangan kiri Ahmad Kasiam.

Bermula, Dwi, Pria yang baru dua bulan menikah ini, berncana meminjam sertifikat tanah ke Ahmad Kasiam sebagai syarat jaminan pinjaman uang di Bank.

Alasannya, uang pinjaman itu, rencananya untuk dipergunakan membeli motor roda dua, Namun, Pak Kemad (Sapaan akrab korban) tidak mengizinkan, apabila sertifikat tanah tersebut diperuntukkan sebagai jaminan ke bank.

Dugaan sementara, Kasus pembunuhan ini berawal korban tidak mau menandatangani pinjaman di salah satu Bank yang diajukan pelaku tanpan sepengetahuan orangtuanya.

Menurut keterangan dari keluarga korban yang berhasil dihimpun Lampunginspiratif.com di Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, dari hasil wawancara dengan Rasmanto (Paman Pelaku).

Sekitar lebih kurang Pukul 15.00 WIB, Petuga bank datang untuk mengkonfirmasi kebenaran sertifikat kepemilikan tanah.

Ahmad Kasiam (Korban) tidak menghendaki sertifikat tanah miliknya di jadikan jaminan di bank oleh pelaku, dan petugas bank tadi berpamitan pulang, karena, Korban tidak mau menandatangani pinjaman.

“Mau bayar pake apa, pinjam uang ke Bank”,ucap Rasman seraya menirukan logat korban.

Mendengar orang tuanya seperti itu, pelaku (Dwi) tersulut emosinya saat mendengar informasi orang tuanya enggan mendatangi pinjaman yang diajukannya ke bank, terus, pelaku menemui korban di dapur rumahnya.

Sebelum kejadian pembunuhan itupun, sekitar Pukul 17.30 WIB menjelang azan sholat Maghrib, pelaku dengan sengaja mengasah sabit.

Dan adu mulutpun berlangsung, terdengar suara korban Ahmad Kasiam selalu menjawab dengan datar.

“Sudah sertifikat tanah itu bawa aja ke ayu (Kaka perempuan) kamu, sudah bawa aja sana”,kata Ahmad Kasiam yang terdengar oleh Rasmanto jarak rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian pembunuhan.

Kejadian jelasnya ia kurang tahu, jam percisnya pembacokan tersebut.

“kira-kira kejadiannya sekitar jam enam sore lebih, karena saya tidak lihat jam, karena langsung bawa korban ke RSUD Pringsewu”, jelasnya.

Rasmanto pun menceritakan lebih lanjut, Karena, sudah terbawa emosi, Dwi pun mengalungkan sabit ke leher orang tua lelakinya tersebut.

Rupanya emosi pelaku semakin menjadi-jadi, tanpa rasa kasihan terhadap ayah kandungnya.

Pelaku menyabetkan sabit di bawah ketiak korban, Ngerasain itu enak apa tidak? Tanya pelaku ke ayahnya.

Korbanpun hanya tertawa biasa, dan pelaku dengan kejam mengayunkan sabetan sabit ditangan kiri korban yang akhirnya tersungkur dilantai dapaur rumahnya.

Usai membunuh ayah kandungnya sendiri, Pelaku diamankan oleh warga disekitar rumahnya.

Dan korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, namun, saat dalam perjalanan menuju RSUD korban meninggal dunia.

Atas peristiwa itu, Kapolsek Pagelaran Polres Tanggamus AKP Syafri Lubis, SH memimpin langsung penangkapan tersangka saat berada di rumahnya.

Usai menangkap tersangka, Kapolsek juga bergerak menuju rumah sakit guna mengetahui kondisi korban, bahkan setelah dinyatakan meninggal AKP Syafri Lubis mengawal langsung sebagai rasa berduka.

Dari penangkapan tersangka, terungkap sejumlah fakta, muasal percekcokan hingga terjadinya pembunuhan terhadap pria renta merupakan orang tuan dari pelaku yang seharusnya dijaga dengan baik tersebut.

“Berdasarkan keterangan tersangka, ia melakukan penganiayaan itu, setelah ayahnya tidak meminjamkan sertifikat rumah yang tujuannya akan digunakan untuk dijaminkan di bank”, ungkap AKP Syafri Lubis dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus, Rabu (23/10).

Lanjutnya, sertifikat tersebut dijaminka untuk meminjam uang, karena pelaku akan membayar angsuran sepeda motor yang sudah menunggak 1 bulan dan sisanya untuk modal usaha.

“Tersangka berprofesi buruh bangunan dan baru dua bulan menikah, namun masih satu rumah dengan ayahnya. Niat tersangka meminjam uang di bank untuk modal usaha”, ujarnya.

AKP Syafri Lubis menjelaskan, awal kejadian sekitar Pukul 18.30 WIB, tersangka dan ayahnya ribut mulut di dapur rumah, usai tersangka menyampaikn niatnya meminjam sertifikat tersebut.

Korban tidak mengijinkan karena takut pelaku tidak sanggup membayar angsuran bank, setelah itu karena ayahnya selalu merendahkannya dan tidak mau membantu pelaku dalam kesulitan ekonomi lalu.

Merasa sakit hati, tersangka mengambil sebilah arit yang ada didapur bahkan sempat mengasahnya di luar rumah, lalu dia masuk kembali kedalam rumah langsung menghampiri dan langsung mengalungkan arit ke leher ayahnya.

Korban sempat akan merebut arit tersebut, tiba-tiba tersangka langsung menyabit korban sehingga mengenai bagian punggung dan tangan kiri korban sebelah kiri, tepatnya di bawah ketiak sebelah kiri yang mengakibatkan luka robek.

Mendengar keributan dan melihat korban bersimbah darah, tiga saksi Viki Setiawan, Rasmanto dan Vivi Rofikoh menolong korban dengan membawanya ke RSUD Pringsewu, namun sesampainya di RS korban meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan medis, korban meninggal dunia dengan luka sobek dibagian lengan kiri bagian belakang dan punggung kiri sepanjang 25 cm lebar 5 cm. Ia diduga meninggal saat perjalanan ke RS”, jelasnya.

Kini anak bungsu dari 2 bersaudara itu, telah menghuni sel tahanan Polsek Pagelaran guna prosesnya menuju meja hijau nantinya.

Terhadapnya, dipersangkakan kasus pembunuhan sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 338 KUHPidana.

“Ancaman maksima dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup”, pungkasnya. (DN/Agus)

Artikel ini telah dibaca 693 kali

Baca Lainnya