Hukum dan Kriminal Nasional Pemerintahan Suara Rayat Trending Topic

Monday, 3 May 2021 - 06:07 WIB

2 weeks yang lalu

Diduga Columbus Pekerjakan Karyawannya di Hari Libur, Apakah Upah Lembur di Bayarkan?

RINGSEWU – Diduga Columbus tidak memiliki hari libur dan pekerjakan karyawan di hari libur, meski, Tanggal Satu Mei menjadi hari libur resmi Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24 Tahun 2013 sebagai 1 Mei Hari buruh internasional.

Peraturan tersebut dibangun, untuk mempertegas hak hak para pekerja Indonesia dan aturan-aturan yang berhubungan dengan duni ketenaga kerjaan.

Meski 1 Mei sebagai libur nasional di Negara Indonesia. Sepertinya, bagi perusahaan yang satu ini.

Columbus kangkangi pertauran yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kepres yang sudah ditetapkan dieranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diduga tidak berpengaruh besar bagi perusahaan Columbus dan sejumlah anak perusahaannya yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Kenapa demikian, diduga kuat Columbus masih mempekerjakan karyawannya pada hari libur maupun hari libur nasional.

Hasil investigasi media ini dan melakukan cek dan kros cek dalam mencari informasi dari sejumlah karyawan maupun sudah tidak menjadi pekerjaan di Columbus. Media ini mendapatkan penjelasan yang cukup mengejutkan.

Pada Tanggal 1 Mei, Tahun 2021 Kemarin. Wartawan Lampung Inspiratif melakukan mengkonfirmasi karyawan Columbus di Kabupaten Pringsewu di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

“Saya gak ada hak untuk menjelaskan, pimpinan kami Pak Samiran, Walaupun ini hari buruh dan hari libur, tapi di Columbus tetap berkerja. Karena masih ada closing. Di Bandar Lampung juga tidak libur, kebetulan Pak Samiran lagi di kantor Bandar Lampung”,kata Iin yang mengaku dirinya sebagai marketing di Columbus Pringsewu. Sabtu, (01/05/2021).

Ini juga mengatakan, ditempat (Perusahaan) lain libur, ditempat ia berkerja tidak libur. Meski, hari libur biasa (Hari Minggu).

“Karyawan di Kabupaten Pringsewu sekitar 25 orang dan ada juga pekerjaan lepas, untuk 25 karyawan sudah terdaftar di dinas ketenaga kerjaan di Bandar Lampung”, terangnya.

Lebih lanjut Iin menjelaskan, selama ini mengenai upah yang diterimanya selam ini tidak ada pemotongan, hanya saja, ada pemotongan untuk BPJS Ketenagakerjaan.

Terkait kenapa Columbus tetap buka di hari libur, Kata Iin mengungkapkan, Karena, untuk mempermudah konsumen dalam hal pembayaran bulanan (Angsuran) kredit.

“Kan kasihan ketika konsumen mau transaksi kredit yang sudah jatuh tempo, kalau misalkan tutup. Kan, mereka kecewa (konsumen), ditambah lagi hari ini closing. makanya, tetap buka walaupun hari libur”, kilahnya.

Namun, ada keanehan dari Iin yang mengaku marketing di Columbus. Akan tetapi, saat di mintai nomor handphone milik pimpinannya.

“Saya tidak punya nomor telpon Pak Samiran”,Imbuh Iin, yang diduga diselimuti kebohongan.

Menurut SK nama singkatan dari mantan karyawan Columbus yang meminta namanya di rahasiakan Kepada wartawan Lampung Inspiratif, mengatakan, dirinya bekerja untuk Columbus persuaha yang bergerak di bidang elektronik dan mubeler tersebut, seperti tidak memiliki hari merah (Tanggal Merah). Pasalnya, sejak 2014 lalu dan sekarang sudah mengundurkan diri.

Setiap bulannya, Tanggal dalam kalender persuhaan tersebut dari tahun ke tahun warnanya hitam, tidak ada tanggal merah.

“Kalaupun, ada tanggal merah. Waktu itu saya tetap masuk tanpa ada pembayaran upah lembur”, jelas SK yang mewanti-wanti kepada wartawan ini untuk merahasiakan identitasnya.

Terpisah, Selamat Hari Buruh, Kata Mustofa Ali, SH Selaku Presidium Persatuan Masyarakat Anti Korupsi mengatakan, Pemerintah dalam menetapkan hari buruh sudah tepat. Karena, satu penghargaan besar untuk kaum buruh pada 1 Mei ini.

“Perusahaan apapun yang memiliki badan hukum (CV/PT) hukumnya wajib membayar uang lembur apabila memperkerjakan karyawannya saat hari libur maupun hari libur nasional”,ujar Mustofa Ali Kepala Lampung Inspiratif, Minggu (02/05/2021).

Jika perusahaan tersebut, tidak membayar upah lembur. Hal itu, merupakan kejahatan kemanusiaan.

Masih Kata Mustofa Ali menerangkan, Berkenaan dengan hak dan kewajiban pekerja pada hari libur resmi diatur pada pasal 85 ayat 1 dan 2 dalam Undangan-undang nomor 13 Tahun 2013 Tentang ketenagakerjaan.

“Pekerja atau buruh tidak wajib berkerja pada hari-hari libur resmi, dan diteruskan di ayat 2 dijelaskan, pengusaha dapat mempekerjakan pekerja atau buruh untuk bekerja pada hari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan tersebut harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus-menerus, atau pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha”,bebernya.

Wajib Bayar Upah Lembur.

Lebih lanjut Mustofa menjelaskan terkait pekerjaan yang di paksa berkerja saat hari libur maupun hari libur nasional dan pekerjaan tidak dibayar upah lembur hasil pekerjaannya.

Maka, Patut digarisbawahi, baik untuk pekerja yang tetap dipekerjakan karena pekerjaannya termasuk pekerjaan yang harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus-menerus, maupun yang diperintahkan untuk bekerja atas dasar kesepakatan, pengusaha tetap wajib membayar upah kerja lembur.

Pekerja atau buruh tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi, pengusaha dapat mempekerjakan pekerja atau buruh untuk bekerja pada hari libur resmi.

Kemudian, ungkap Mustofa Ali menjelaskan, Apabila jenis dan sifat pekerjaan tersebut harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus-menerus, atau pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja dengan pengusaha.

Pengusaha yang mempekerjakan pekerja atau karyawan pada hari libur resmi tersebut wajib membayar upah kerja lembur.

Artinya, pada dasarnya di hari-hari libur resmi pekerja tidak wajib bekerja. Meski demikian, pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu yang harus dijalankan secara terus-menerus sebagaimana disebutkan di atas, pengusaha dapat mempekerjakan pekerjanya.

Bagi pengusaha yang tidak membayar upah lembur akan dikenai sanksi sesuai Pasal 81 angka 65 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 187 ayat (1) UU Ketenagakerjaan yang berbunyi:

Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1), Pasal 67 ayat (1), Pasal 71 ayat (2), Pasal 76, Pasal 78 ayat (2), Pasal 79 ayat (1), ayat (2), atau ayat (3), Pasal 85 ayat (3), atau Pasal 144 dikenai sanksi pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)

Kepada wartawan media ini, Mustofa Ali menjabarkan, apabila manajemen perusahaan Anda menggeser hari libur resmi ke hari lain (untuk memperpanjang hari istirahat mingguan) dan menghilangkan hak atas upah kerja lembur, maka penghilangan hak atas upah kerja lembur tersebut bertentangan dengan hukum.

Hal ini, kata Mustofa Ali, dikarenakan menggeser hari libur tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar upah kerja lembur.

Jika praktik ini sudah lama diterapkan di perusahaan Anda, maka tentu selama ini Anda tidak menerima upah lembur sama sekali.

“Dalam hal ini, Anda tetap berhak meminta pembayaran upah lembur yang menjadi hak Anda karena dipekerjakan di hari libur resmi”, terangnya. (DN/Muhammad Iqbal)

Artikel ini telah dibaca 221 kali

Baca Lainnya