Hukum dan Kriminal Nasional Pemerintahan Trending Topic

Wednesday, 31 March 2021 - 14:17 WIB

4 months yang lalu

Dana BOS Tahap Pertama 2021 Diduga Jadi Ajang Korupsi, Supplier ATK Terindikasi di Kondisikan

PRINGSEWU – Pengadaan belanja barang dan jasa bersumber dari dana BOS Tahap Pertama di tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, diduga menjadi ajang korupsi, kolusi, dan nepotisme oleh oknum kepala sekolah dasar.

Khususnya pengadaan Alkes, dan pengadaan sampul raport serta kertas raport K13 diduga di koordinir oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3s) Kecamatan setempat. Bahkan, kedua item keperluan sekolah untuk murid tersebut terindikasi di mark-up.

Modus operandi permainan harga sampul raport dan kertas raport di tingkat SD harganya nyaris sama, selain itu, melakukan pemesanan dalam waktu dan toko yang.

Pembelian melalui sistem informasi pengadaan sekolah (SiPLAH) diduga kuat menjadi lumbung korupsi oleh oknum K3s setempat.

Menurut PN mantan kepala sekolah yang sudah purna kepada media ini, Selasa, Tanggal 30 Maret 2021 mengatakan, Mitra Utama adalah distributor alat tulis kantor (ATK) sejak lama di Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, bukan hanya di SD Gadingrejo saja mitra utama menjadi supplier ATK melainkan semua gugus disemua K3s.

“Sudah lama mitra utama (Sunu) menjadi supplier untuk kebutuhan di SD se-Pringsewu, pada Tahun 2018 aja Sunu sudah masuk sekolah”,ujar PN kepada media ini.

Jadi, kata PN menjelaskan, boleh di cek Sunu ada disemua sekolah dasar se-Kabupaten Pringsewu, dan ada kesback untuk kepala sekolah.

“Kalau tidak salah mitra utama (Sunu) tempatnya di Jl. Satria, LK III, Pringsewu Barat, kalau waktu saya dulu ada lah uang kessbacknya, apalagi itu Gadingrejo sekolahnya banyak”, ungkapnya.

Sementara, Irman Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Gadingrejo membantah keterlibatan dirinya terkait pengodisian sampul raport dan kertas raport K13 A4 80 gr diwilayahnya.

“Bukan di isi tapi pada pesan ke mas Sunu”,jawab Irman Ketua K3S Gadingrejo saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger, Rabu (31/03/2021).

Namun dikonfirmasi sejak kapan ke mitra utama (Sunu)? Akan tetapi, Irman berbalik bertanya.

“Tidak ada pengondisian, Kok tanyanya menjurus banget ada apa sebenarnya”,tanya Irman kepada media ini.

Hasil investigasi media ini, Mitra Utama (Sunu) menjadi supplier alat tulis kantor sejak tahun 2018 (Belum memakai SiPLAH) di sekolah dasar kabupaten setempat. Untuk harga sampul raport sebesar Rp 55.000 dan Kertas raport K13 A4 80 gr mintra utama menjual dengan harga sebesar Rp 120.000.

Selain itu, Mitra Utama tertera sebagai SiPLAH Non-PKP (Perusahaan Kena Pajak).

Terpisah, Penyedia Barang dan jasa mitra utama (Sunu) melalui Istrinya saat dikonfirmasi melalui sambungan handphone, membenarkan bahwa suaminya yang menjadi supplier sampul raport dan kertas raport K13 A4 80 gr di semua sekolah dasar di Kabupaten Pringsewu.

“Benar mitra utama itu milik suami saya (Sunu), kebetulan di SiPLAH memakai nomor handphone saya”,akunya.

Penulis : Saefudin

Artikel ini telah dibaca 640 kali

Baca Lainnya