Artikel Nasional Trending Topic

Saturday, 12 September 2020 - 05:42 WIB

1 month yang lalu

Cari Sumber Informasi, Jangan Sampai Kebencian Mengalahkan Akal Sehat Mu

Jangan mengajak temanmu untuk membenci orang lain karena ego mu. Baik, Buruk dan jeleknya awal dari kebencian ialah akibat informasi dan komunikasi yang tidak pass dari si pemberi informasi. Yang mengakibatkan, kebencian mengalahkan akal sehat.

Cari sumber informasi itu dari dua belah pihak agar tidak ada yang dirugikan.

Dengan emosi kebencian, terkadang kita mampu menjatuhkan temanmu sendiri dengan informasi yang tidak selazimnya kita ucapakan. Lupa untuk menghargai diri kita sendiri, padahal, diri kita pun dimata orang lain sama.

Dan ada juga yang terlihat lugu serta berpura – pura baik, tapi dia mampu menebar kebencian sesama teman dengan menghasut seakan-akan perkataannya itu benar.

Kalimat itu selalu bergulir, bahwa dia benar. Terkadang, dia pun mengulik informasi ketidak tahuan dia. Berhati-hatilah orang seperti itu bisa main belakang dan mampu meninggalkan mu.

Karena ada kesempatan dia berusaha masuk ke area yang tidak seharusnya dia masuk dan menebar kebencian. Selain itu, pasti dia mampu menjatuhkan harkat martabat teman sendiri agar orang lain menjadi miskin kepercayaan dari sesama.

Manusia tidak selamanya benar, karena, salah dan dosa, klilaf dan lupa itu unsur dari sifat manusia.

Apabila kita menumui orang seperti itu patut waspada.

Orang yang dianggap sudah baik layaknya keluarga, tapi, dia mampu melakukan fitnah.

Terkadang, orang yang membenci kita, sebaik apapun kita bersikap baik apapun kepadanya, dia tidak akan pernah melihat kebaikan yang telah kita lakukan.

Pasti dia masih saja membenci dan terus-terusan menyalahkan kita atas semua penderitaan yang dia rasakan.

Bahkan jika dia semakin membenci kita, diapun akan mengajak teman-temannya untuk ikutan membenci kita, padahal kita tidak seburuk yang dia katakan.

Bahkan, kemungkinan dia akan menyalurkan kekesalannya dengan cara mem-bully dan membuat kita merasa buruk dihadapan orang lain.

Apalagi jika alasan dia membenci kita dengan alasan yang tidak masuk akal dan terdengar hanya mengada-ada. Tidak ada satu orangpun di dunia ini hidup tanpa dibenci oleh orang lain.

Dimanapun kita hidup dan tinggal pasti akan selalu kita temukan orang yang membenci diri kita. Ada yang membenci karena iri padamu, tidak suka padamu, merasa tersaingin dan berbagai macam alasan lainnya serta membenci karena memang hatinya busuk.

Dalam pembahasan ini, kita bisa melihat ternyata kasus tersebut merupakan kasus privasi dalam etika komunikasi.

Namun, setiap informasi yang masuk jangan dilahap seutuhnya. Tapi, dicerna makan apa yang di sajikan oleh si pemberi informasi.

Persoalan tersebut, mungkin kita semua pernah alami sebagai sesuatu hal yang memang seringkali menjadi masalah. Salah satunya mengenai etika komunikasi.

Saat kita bicara soal etika, kita pasti akan langsung mengidentikkannya dengan hal yang baik dan tidak baik.

Setidaknya memang itu adalah pemahaman mendasar yang perlu kita tanamkan dalam mindset kita. Saat seseorang berkomunikasi tetapi tidak mengindahkan etika, tentu saja ini bisa menimbulkan permasalahan.

Jika dilihat dari sudut pandang etika komunikasi tersebut, membenci orang lain merupakan pelanggaran etika antar pribadi yang dimana ketika kita memberitakan orang lain mengenai hal-hal yang negatif.

Tidak menutup kemungkinan seseorang bisa mengalamai persekusi dan bisa saja menimbulkan fitnah, di mana ketika informasi yang berhasil disebarluaskan dari seseorang yang membenci kita dan kemudian disebarkan lagi dengan orang lain dengan cara dan bahasa yang berbeda. Ini bisa memicu terjadinya fitnah.

Fitnah yang berasal dari informasi yang salah merupakan kasus privasi dimana kaidah etika komunikasi benar-benar sudah tidak diperhatikan.

Dalam hukumpun terdapat pasal yang berlaku tentang mengujar kebencian, pada  pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 11/2018 tentang informasi dan Transaksi Elektronik dimana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Aturan tersebut terkait dengan perilaku menyerang kehormatan atau nama baik (pencemaran) serta menimbulkan permusuhan, kebencian individu dan atau kelompok masyarakat tertentu (SARA).

Pelaku ujaran kebencian terancam pidana 6 hingga 4 tahun penjara serta denda maksimal Rp 1 miliar bila terbukti melakukan perbuatannya. Persoalan ujaran kebencian pun diatur dalam produk hukum negara lain.

Maka dari itu bila kamu membenci seseorang, biar saja itu menjadi urusanmu dengannya. Mulai sekarang berhentilah untuk menyebarkankan berita yang tidak pasti kebenarannya. Jika kalian membenci seseorang, janganlah mengajak orang lain untuk membencinya juga.

Kita boleh membenci siapa pun yang menyakiti diri kita, kita berhak memberi maaf dan tidak memberi maaf.

Terkadang memang ada orang yang melakukan kesalahan saking beratnya rasanya sulit untuk memberikan maaf kepadanya, dan rasanya itu sering dirasakan oleh kebanyakan orang. Bila memang berat memberikan maaf kepadanya, akan jauh lebih baik untuk diam saja atau hanya cukup kamu yang membencinya.

Dan lebih baik mendiamkan dan memilih bodo amat atau bisa juga memutus semua hubungan atau lebih baik menghindari semua hal yang berhubungan dengan orang yang kamu benci ketimbang mengajak orang lain untuk membenci.

Sesalah apapun orang itu sama kamu dan sebesar apapun kesalahan dia sama kamu, tetap saja kebencianmu adalah urusan pribadimu sendiri, jangan libatkan orang lain yang harus kamu ketahui kalau dia memang buruk tanpa kamu ngajaknya.

Ketika kamu membenci seseorang karena perilaku atau perkataannya, sadarilah bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

Memang sulit menjadi sempurna, tapi ada baiknya kamu menyadari bahwa dia memang masih banyak kekurangan. Kalau perbuatan, perkataan, dan perilakunya masih mengecewakan, ada baiknya kamu pergi meninggalkan.

Ya, membenci itu melelahkan. Jangan terbiasa mencaci, jangan sisakan ruang di hati untuk membenci.

Mulailah memaafkan.

Mulailah dengan berdamai dengan dirimu sendiri. Sebab, hati kita berhak akan kedamaian.

Hidup kita akan bahagia bial mengingat kebaikan orang lain, bukan sebaliknya. Setidaknya kalau kita bisa memaafkan, kenapa kita harus tetap membenci? Kalau kita bisa mentoleransi kesalahan orang lain, kenapa kita harus mendendam?

Cobalah melupakan rasa sakitmu dengan menyibukkan diri pada hal-hal positif, dan berkumpul dengan orang yang yang mencintai kita. Kamu tidak perlu menghabiskan banyak tenaga untuk mengurusi orang yang menyakitimu.

 

Penulis Artikel : Anggi Dwi Handayani

Artikel ini, Pernah di terbitkan di Media Kompasiana.

Dengan Judul : Jika Benci, Jangan Mengajak Orang Lain Untuk Membenci.

Penulis Artikel : Anggi Dwi Handayan

Artikel ini telah dibaca 101 kali

Baca Lainnya