Nasional Pemerintahan

Tuesday, 7 April 2020 - 14:55 WIB

3 months yang lalu

Bantah Soal Pemberitaan Pungli, Klarifikasi Mardiana dan Hak Jawab Tidak di Ketik Oleh Oknum Wartawan

TANGGAMUS – Media massa sebagai ujung informasi masyarakat haruslah berimbang dalam menyajikan pemberitaan dan seharusnya memberikan edukasi terhadap pembaca dengan hasil investigasi bukan hasil ngarang semau gue.

Belakang ini ada salah satu media online, wartawanya dimelakukan 11 kode etik jurnalistik dalam pembuatan pemberitaan. Kemudian, oknum wartawan inipun tidak melakukan mengkroscek terlebih dahulu soal kebenaran yang sesungguhnya, seakan-akan berita tersebut memojokkan tanpa meminta klarifikasi dari narasumber yang bersangkutan.

Alhasil ada orang yang dirugikan, karena, klarifikasi dan hak jawab tidak dimuat secara jelas kepembaca.

Hal itu, terjadi pada Mardiana Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Kota Agung. Terkait pemberitaan tersebut, dirinya merasa dipojokkan dalam pemberitaan, yang menuding telah melakukan Pungutan Liar (Pungli).

Namun, Dirinya selaku Kepala Sekolah mempertimbangkan untuk melakukan somasi terhadap media tersebut.

Karena menurutnya, Masih kata Mardiana menjelaskan, asal usul sumber dari pemberitaan dari media online disinyalir tidak jelas, selain itu, Bahkan yang cukup disayangkan terkait Klarifikasi atau pemberian hak jawab dirinya (Mardiana) tidak ada yang dimuat dalam redaksional media online itu.

Untuk diketahui, sumber dalam pemberitaan salah satu media online yang tidak disebutkan namanya mengutarakan bahwa Ijazah anaknya yang sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung belum diterima lantaran dimintai iuran.

Bahwa hal tersebut tidaklah benar. Kalaupun ada urusan administrasi yang belum diselesaikan, biasanya soal kekurangan pembayaran bantuan bea pendidikan yang tidak sama pemahamannya dengan iuran atau pungutan untuk menebus ijzah.

Mardiana membenarkan, bahwa ada salah satu oknum wartawan menghubunginya untuk mengkonfirmasi soal tersebut.

Karena hal tersebut tidak benar, Justru dirinya membantah atas informasi yang disampaikan oleh oknum wartawan media online. Karena memang, pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan terkait dengan pengambilan ijazah.

“Memang ada beberapa hari lalu salah seorang Wali Murid menghubungi saya untuk mengambil Ijazah anaknya, tapi saya menjelaskan, bahwa situasinya hari ini belum memungkinkan. Karena, ada imbauan dari Pemerintah terkait Pandemi Virus Corona”, ujar Mardiana, Selasa (7/4).

Hal itupun Ia sampai ke wali murid cukup lugasnya Kepala wali murid yang mungkin narasumber dari media online,

“Nanti aja ya kalo sudah masuk “,ungkap Mardiana.

Ditambahkan Mardiana, saat Wali Murid itu menghubungi, dirinya meminta agar menunda hal tersebut. Kepada media ini dirinya menjelaskan, jika memang mendesak, Ia pun membolehkan saja, asal saat nanti bertemu tetap menjaga jarak.

“Murid yang bersangkutan pun sudah kami hubungi agar mengambilnya ke sekolah hari ini atau besok, tetapi belum ada respon dari pihak mereka, baik dari si anak maupun Wali Muridnya”,kata Mardiana.

Namun yang menghubungi ialah nomor telpon yang mengaku wartawan disalah satu media online. Dari komikasi dirinya, kata Mardiana dengan wartawan itu, agar datang kesekolahan SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung besoknya.

“sudah kami konfirmasi untuk datang ke sekolah besok pukul 8 pagi. Hanya saja, kami menyesalkan, apa yang ada dalam pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta komunikasi sesungguhnya,”imbuhnya. (Saefudin)

Artikel ini telah dibaca 129 kali

Baca Lainnya